Pendahuluan
Puji dan
Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-nya sehingga saya dapat menyusun tulisan ini dengan baik dan
tepat pada waktunya. Dalam dalam tulisan ini kami membahas mengenai Bisnis buah
dahlari.
Akhir kata
semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Bisnis buah dahlari
Selama ini salak pondoh lebih dikenal sebagai buah unggulan di Kabupaten
Sleman. Memang sejak tahun 1940, buah yang bercita rasa manis dan tidak
memiliki rasa sepet ini sudah banyak dibudidayakan khususnya di Kecamatan Turi.
Namun, saat ini kabupaten Sleman memiliki buah unggulan lain yang tak kalah
enak dengan salak pondoh. Sebut saja seperti jambu air dalhari yang sekarang
ini sedang dipromosikan menjadi salah satu buah unggulan dari Kabupaten Sleman.
Sentra penghasil jambu air dalhari ini ada di Dusun Krasaan, Desa
Jogotirto, Kecamatan Berbah.
Jambu dalhari adalah tanaman hortikultura yang dapat tumbuh dan berproduksi
optimal di daerah yang memiliki ketinggian sampai dengan 700 meter dpl. Setiap
pohonnya dapat berbuah 100-200 kg/musim ketika berusia 3-4 tahun. Saat umur
pohon mencapai enam tahun, produksi buah segar meningkat hingga 500-600
kg/musim untuk setiap pohonnya. Masa panen jambu dalhari adalah pada bulan Juli
– September, sedangkan panen raya biasanya berlangsung pada bulan Agustus.
Sejak tahun 2004, jambu air dalhari telah dilepas sebagai varietas unggul oleh
Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman.
Keunggulan Jambu Air Dalhari
Jambu air dalhari yang memiliki nama latin syzygium samarangense
memiliki beberapa keunggulan. Selain warnanya yang menarik, rasa jambu air ini
sangat manis, dagingnya tebal dengan tekstur yang renyah, dan sangat jarang ada
bijinya. Jambu dalhari dibagi dalam beberapa kelas, yaitu kelas super, kelas A,
kelas B, dan kelas C tergantung dari kualitas buahnya. Semakin tinggi kualitas
buah, harga jualnya pun semakin mahal. Jambu air dalhari dari Kecamatan Berbah
ini sudah dipasarkan di beberapa swalayan dan supermarket besar di sejumlah
kota di Indonesia.
Untuk menjaga kualitas buah, para petani jambu di kawasan Berbah tidak
menyemprotkan pestisida selama pohon dalam masa berbunga hingga berbuah. Untuk
menghindari lalat buah atau hama, para petani menggunakan plastik untuk
membungkus/membrongsong buah. Jadi, meski ditemui hama pada pohon yang sudah
berbunga, para petani tidak akan menyemprotkan pestisida. Hal ini dilakukan
agar buahnya tidak beracun. Setelah bunga habis barulah boleh disemprot dengan
pestisida.
Jambu air dalhari ini ada yang memiliki biji dan ada yang tak berbiji.
Untuk jambu berbiji, ketebalan daging buahnya 13-18mm sedangkan untuk jambu
yang tak berbiji 18-22mm. Saat ini ada sekitar lebih dari 1000 batang pohon
jambu dalhari yang berbuah sepanjang musim di Kecamatan Berbah. Rata-rata
setiap rumah memiliki 3 sampai 7 batang pohon jambu air dalhari. Musuh dari
jambu air dalhari ini adalah curah hujan yang tinggi. Jambu akan mudah busuk
dan rasanya pun menjadi tidak manis saat curah hujan tinggi.
Mencicipi buah jambu air dalhari langsung
dari tempat budidaya pasti lebih enak. Selain rasa, kualitas buahnya pun lebih
terjamin. Sebab meskipun sekarang banyak dijumpai penjual jambu dalhari di
pinggir-pinggir jalan, rasa dan kualitasnya tidak selalu baik seperti di
tempat budidaya.
Penutup
Demikian
yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam
tulisan ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan
judul makalah ini.
http://bisnisukm.com/jambu-dalhari-buah-unggulan-baru-dari-sleman.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar