Pendahuluan
Puji dan
Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-nya sehingga saya dapat menyusun tulisan ini dengan baik dan
tepat pada waktunya. Dalam dalam tulisan ini kami membahas mengenai Bisnis bakpia.
Akhir kata
semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Bisnis bakpia
erkunjung ke
Yogyakarta rasanya tak lengkap tanpa mencicipi kuliner khas Kota Gudeg ini.
Salah satu yang menjadi ikon oleh-oleh khas Jogja adalah bakpia. Jika mendengar
nama panganan yang satu ini, pasti Anda akan langsung mengaitkannya dengan
kampung Pathuk. Tidak berlebihan, karena bakpia memang merupakan hasil industri
rumahan yang dirintis oleh warga Pathuk, Yo
B gyakarta.
Sehingga tak heran lagi bila panganan bakpia Jogja memang lebih dikenal dengan sebutan
bakpia Pathuk.
Seiring
dengan kemajuan sektor pariwisata, permintaan terhadap bakpia pun terus
meningkat. Hal ini tidak disia-siakan oleh dua warga Minomartani yang kemudian
merintis industri rumahan untuk memproduksi bakpia. Ketekunan dan keuletan dua
ibu rumah tangga yang sebenarnya berasal dari Pathuk ini pun membuat bakpia
dari Minomartani dikenal oleh warga. Terlebih pada akhir tahun 2011 pemerintah
Kabupaten Sleman menetapkan Minomartani yang berada di Kecamatan Ngaglik
sebagai sentra kuliner bakpia.
Keunggulan Bakpia Mino
Bakpia Mino
dibuat secara perorangan oleh warga komplek perumahan Minomartani yang pusatnya
berada di jalan Tenggiri dan Mujahir. Keunggulan dari bakpia Mino ini adalah
bakpia yang selalu baru (fresh from the oven) dan tanpa bahan pengawet.
Keberhasilan industri bakpia Minomartani ini tidak bisa dilepaskan dari
perintisnya. Dua ibu rumah tangga, Sumidah dan Suharti yang memiliki keahlian
membuat bakpia yang diperoeh secara turun-temurun dari kampung asalnya yaitu
Pathuk.
Ibu Sumidah
dan Suharti memulai produksi pembuatan bakpia pada tahun 1997. Pada awalnya,
bakpia yang diproduksi hanya dua rasa, yaitu kacang hijau dan keju. Namun saat
ini, rasa bakpia yang dihasilkan lebih bervariasi. Bahkan bakpia juga diisi
dengan kumbu hitam yang merupakan campuran antara kacang hijau, ketan hitam dan
kacang tholo. Jika awalnya bakpia Mino dipasarkan dengan dititipkan ke
warung-warung dan dari mulut ke mulut, sejak tahun 2000 bakpia Mino lebih
dikenal oleh masyarakat.
Dalam
sehari, industri rumah tangga ini biasanya memroduksi sekitar
5-10kg bakpia. Produksi pun bisa bertambah saat hari libur maupun hari
lebaran tiba. Bakpia yang paling digemari konsumen adalah rasa kacang hijau dan
keju. Dukungan dari pemerintah daerah menjadikan Minomartani sebagai destinasi
oleh-oleh bagi para wisatawan. Selain itu, sentra bakpia Mino juga menjadi
rujukan bagi pelajar atau mahasiswa sebagai tempat menimba ilmu tentang
pembuatan bakpia dan wirausaha bidang kuliner.
Penutup
Demikian
yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam
tulisan ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.
http://bisnisukm.com/sentra-bakpia-minomartani.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar