Pendahuluan
Puji dan
Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-nya sehingga saya dapat menyusun tulisan ini dengan baik dan
tepat pada waktunya. Dalam dalam tulisan ini kami membahas mengenai Bisnis lapis
legit.
Akhir kata
semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.
Bisnis lapis legit
Ada banyak
oleh-oleh makanan khas yang bisa dibawa dari Yogyakarta.
Sebut saja bakpia pathuk, geplak, ampyang, dan gudeg. Namun, ternyata ada satu
kawasan di Kabupaten Sleman yang dikenal sebagai sentra industri roti yang bisa
dijadikan alternatif untuk membeli oleh-oleh khas Yogyakarta. Kawasan industri
roti tersebut berada di Ring Road Barat, tepatnya di sekitar kawasan jembatan
layang Gamping.
Dusun Kaliabu yang berada di Desa Banyuraden Kecamatan Gamping terbagi
menjadi tiga kampung, yaitu Kaliabu Kidul dan Lor, Turusan dan Patuk memang
sudah dikenal sebagai sentra home industry penghasil roti sejak tahun
70-an. Sepanjang jalan Lingkar Barat, baik di sisi barat maupun timur berjajar
toko roti yang jumlahnya cukup banyak. Papan-papan penunjuk toko akan tampak
saat kita melintas di jalan tersebut.
Melestarikan Resep Tradisional
Ada beberapa macam roti basah yang dihasilkan, seperti kue lapis legit, roti lapis
Surabaya, roti Mandarin, dan juga roti bolu. Yang menjadi ciri khas dari roti
produksi Kaliabu ini adalah proses pembuatannya yang masih menggunakan cara
tradisional dan menggunakan tenaga manusia. Pemanggangan rotinya pun masih menggunakan
arang atau batu bara. Hal ini sudah dilakukan secara turun-temurun dan sampai
saat ini sebagaian besar pengusaha roti di kawasan ini pun masih mempertahankan
keaslian roti khas Kaliabu.
Pemanggang roti berupa lembaran alumunium anti karat berbentuk persegi
empat dengan ukuran yang cukup besar 1 x 0,5 meter yang memiliki satu pintu.
Pemanggang tersebut cukup untuk memanggang dua nampan besar yang masing-masing
memuat enam loyang berisi adonan roti. Di bagian atas pemanggang terdapat
cekungan yang juga berbentuk kotak sebagai tempat meletakkan batu bara. Setiap
harinya, dibutuhkan sekitar 8 kilogram batu bara untuk memproduksi berbagai
macam roti basah.
Selain proses pemanggangan yang masih tradisional, kesederhanaan masih
dapat dijumpai dalam pembuatan adonan. Adonan diolah manual tanpa menggunakan
mixer. Adonannya pun cukup sederhana seperti adonan roti pada umumnya, yaitu
tepung, susu, margarin, gula pasir, telur ayam, dan butter cream. Bumbu
yang dicampur dalam adonan rotinya berupa cengkeh, kapulaga juga kayu manis.
Roti yang diproduksi di Dusun Kaliabu ini tidak menggunakan bahan pengawet
sehingga hanya tahan selama tiga hari.
Karena tanpa pengawet, kue basah yang diproduksi hanya
dipasarkan di rumah pengusaha atau toko yang didirikannya. Konsumen yang datang
biasanya berasal dari DIY dan sekitarnya seperti Purworejo, Magelang, Klaten,
Solo, dan lainnya. Roti yang ditawarkan tersedia dalam tiga ukuran, yaitu
kecil, sedang dan besar. Sementara jenis adonannya bisa memilih adonan biasa,
spesial atau istimewa. Pada hari-hari tertentu khususnya pada bulan Besar atau
penuh gelaran hajatan, banyak konsumen yang datang memesan. Pada hari-hari
tersebut biasanya para pengusaha roti rela tak menutup tokonya sampai dini
hari.
Penutup
Demikian
yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam
tulisan ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena
terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada
hubungannya dengan judul makalah ini.
http://bisnisukm.com/legitnya-roti-lapis-dari-lingkar-barat-yogyakarta.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar